Sabtu, Juli 11, 2020
Lintas DaerahLINTAS EKBIS

Desak, Pemkab Perhatikan 35 Pedagang Pasar Sementara Parkiran Bongkar Muat

LINTASKALTENG.COM | MUARA TEWEH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara (Barut) menggelar jajak pendapat atau hearing dengan puluhan pedagang pasar pendopo dari pedagang pakaian jadi, tas, mainan, sembako, akseoris, dan barang pecah belah pasar sementara parkiran bongkar muat di ruang rapat Gabungan, Rabu (30/1).

Jajak pendapat ini, dipimpin langsung Ketua DPRD Set Enus Y Mebas, serta diikuti 15 anggota DPRD. Sementara itu, pemerintah diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Barut Jufriansyah, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin), Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Barut.

Gambar : Kadis Perindustian dan Perdagangan Kab. Barut, Drs. H. Hajranoor pada saat menyampaikan paparan hearing mengenai relokasi pasar sementara pedagang diparkiran bongkar muat, Rabu (30/1/2019) di aula rapat DPRD Barut. (foto : Anung)

Dijelaskan Kadis Perindustian dan Perdagangan (Dgarin) Barut, H. Hajranoor sebelumnya sudah mengingatkan kepada para pedagang dihalaman parkiran silhakan membangun untuk sementara tapi jangan permannen tepatnya ex halaman koramil dengan alasan kalau proyek pembangunan pasar pendopo masuk maka kawasan itu akan difungsikan bebas bangunan serta ditutup dengan seng karena tahun 2019 ini sudah dimulai pembangunan,” ungkapnya.

Lanjutnya, pemerintah daerah di tahun 2019 memutuskan membangunan pembangunan pasar sementara, dengan membuat zonasi khususnya untuk pendopo adalah kawasan pedagang sembako, sayur, ikan dan kuliner. Sedangkan khusus lapangan hijau untuk pedagang kain, mainan, kelontongan, dan aksesoris.

Menurutnya, dalam hal ini pemerintah daerah tahun 2019 untuk kawasan lapangan hijau kita mempersiapkan disana ada panggung sebagaimana perintah dari Bupati Barito Utara, untuk menarik minat pengunjung (pembeli_red) itu kita design sedemikian rupa, karena nantinya Pemda akan memusatkan semua kegiatan disanan seperti kegiatan jalan santai, sunatan masal dari dinas kesehatan, dan kegiatan lain,” terang Hajran sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak pedagang yang diwakili H. Pandi menyampaikan “Meminta keadilan dan rasa kemanusiaan dari pemerintah mengenai musibah yang dialami pedagang pasca kebakaran yang menghanguskan dagangan serta tempat mereka berjualan, kami berharap kepada pemkab agar bijaksana dalam keputusan relokasi pasar sementara tepatnya parkiran bongkar muat ini,” ungkapnya.

Gambat : H. Pandi dan Nila Susanti saat menyampaikan penolakan para pedagang untuk direlokasi ke lapangan hijau

Hal senada, disampaikan Nila Susanti kepada forum hearing,” Dengan tegas mengatakan bahwa mereka menolak relokasi ke pasar sementara lapangan hijau, karena jumlah mereka yang berjualan hanya 35 orang pedagang, sementara pedagang lainnya masih berjualan disekitar pasar pendopo, kalau semua ke lapangan hijau tidak masalah, asalkan semuannya,” ujarnya.

Lanjutnya, Mereka meminta tempat disekitar pasar pendopo tepatnya dari pangkalan ojek ke hilir, dengan terlebih dahulu menertibkan kios mereka yang sudah dibangun oleh pedagang dengan ukuran, cuma ukuranya saja yang ditata ulang dengan menyeseuaikan tempat misal lebar dua meter panjang tiga meter, agar sama-sama bisa berjulan sesuai dengan ucapan Bupati Barito Utara H. Nadalsyah waktu melakauakan kunjungan Rabu lalu, diatas sama-sama diatas dibawah sama-sama dibawah agar tidak terpisah-pisah supaya tidak ada yang iri,” harapnya.

Sementara, menaggapi keluhan puluhan pedagang ini, anggota Wakil Rakyat dari Politisi Partai Gerindra menanggapi serius agar pihak pemda segera mengambil sikap supaya permaslahan ini tidak semakin larut, demi rasa keadilan dan kemanusian mari kita cari solusi jalan keluarnya agar permaslahan ini cepat selesai,” terang H. Tajeri yang juga Ketua DPC Barut ini.

Pihak DPRD Barut dalam minggu ini akan megadakan rapat internal dengan pihak Pemkab Barut khusus membahas masalah ini agar seecpetanya ada keputusan untuk para pedagang, sementara hasil kesimpulan dari rapat dengar pendapat mengasilkan kesimpulan “Diharapkan kepada Pemerintah Daerah mengakomodir pedagang pasar pendopo agar dipindahkan ke Lapangan Hijau atau difokuskan di Water Front City”. (Red-001)

Admin Lintas Kalteng

Tinggalkan Balasan