Ditresnarkoba Polda Kalteng Musnahkan 528,06 gram Sabu, 10,560 Jiwa Terselamatkan

lintaskalteng.com • Palangka Raya | Ditrektorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng mengadakan press release pemusnahan barang bukti narkotika, terkait hasil ungkap kasus tindak pidana narkotika selama periode bulan februari hingga maret 2023, yang berlangsung di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Rabu, (5/4/2023)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalteng Kombes Pol. Eko Saputro mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti narkotika ini berdasarkan hasil pengungkapan oleh Ditresnarkoba Polda Kalteng berserta jajaran pada bulan Februari dan Maret ditahun 2023.

” Total keseluruhan kasus narkotika yang diungkap oleh Polda Kalteng sendiri pada bulan Februari hingga Maret 2023, sebanyak 16 kasus dengan jumlah orang tersangka 23 orang dengan barang bukti ekstasi 44 butir dan sabu-sabu sebanyak 689,65 gram.
Sementara untuk jajaran Polres dan Polsek dibulan yang sama, sebanyak 142 kasus dengan jumlah tersangka 165 orang beserta barang bukti ekstasi 468 butir, sabu sebanyak 3.044.69 gram (3kg), karisoprodol sebanyak 230 butir dan obat daftar G sebanyak 259 butir. “Kata Kabid Humas Eko.

Ditempat yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol. Nono Wardoyo menuturkan, hasil ungkap jajaran Ditresnarkoba pada bulan Februari dan Maret 2023, yang mana hasil ungkap ini pernah mereka lakukan diawal bulan Februari lalu. dimana hasil ungkap yang berhasil dilaksanakan pihaknya berhasil memusnahkan barang bukti narkotika sebesar 520,06 gram.

” Hari ini kita akan melaksanakan pemusnahan barang bukti sebanyak 528,06 gram, jadi ada peningkatan sebanyak 8 gram, dibanding pada bulan Februari lalu yang kami musnahkan ada sebanyak 520,06 gram jadi ada peningkatan. “tutur Dirnarkoba Polda Kalteng.

Perwira Menengah Polri (Kombes) tersebut mengatakan bahwa dari hasil pengungkapan selama 2 bulan itu, ada beberapa daerah atau wilayah yang mencapai ranking tertinggi dalam pengungkapan di Februari,Maret adalah Kotawaringin Timur, diperingkat 2 Ditresnarkoba Polda Kalteng, lalu diperingkat 3 yaitu Kotawaringin Barat dan disusul daerah-daerah lainya

” Ada beberapa daerah yang menempati ranking dalam hal pengungkapan kasus diwilayah hukum Polda Kalteng yaitu Kotawaringin Timur yang menduduki ranking pertama dengan 60 orang tersangka, beserta jumlah barang bukti sabu seberat 680,34 gram dan 168 butir karisprodol. Lalu peringkat 2 yaitu Polda Kalteng dengan 17 kasus dan 23 tersangka. Dan disusul oleh Kotawaringin Barat dengan Laporan (LP) atau kasus dan 16 orang tersangka. “Ucapnya.

Selain itu Diresnarkoba Polda Kalteng itu juga menjelaskan terkait jaringan dan modus operandi dari kasus tindak pidana narkoba yang berhasil diungkap oleh Polda Kalteng dan Polres jajaran selama tahun 2023, dapat dipetakan bahwa jaringan peredaran gelap narkotika yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah merupakan jaringan dari Pontianak dan Banjarmasin, dengan jalur peredaran, melalui jalur darat.

” Barang bukti narkotika yang ada saat ini merupakan hasil dari peredaran gelap narkotika yang terjadi di wilayah Kalteng, yang diambil oleh para pelaku, dikirim atau di via kurir, maupun diambil sendiri oleh para pelaku dari wilayah Pontianak dan Banjarmasin “jelasnya.

Akibat perbuatannya tersebut para pelaku pengedar dijerat dengan pasal 114 ayat (2) JO pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan denda satu miliar rupiah dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau mati.

Dirinya juga menambahkan bahwa pada hari ini pihaknya akan merencanakan pemusnahan berupa barang bukti dari 7 kasus, dengan 8 orang tersangka dengan total barang bukti yang akan dimusnahkan sebanyak 528,06 gram atau sekitar setengah kilogram (kg).

” Barang bukti ini merupakan hasil pengungkapan kasus oleh Ditresnarkoba Polda Kalteng pada bulan Februari hingga Maret 2023 yang dalam proses penyidikannya telah mendapatkan surat ketetapan status sitaan dari Kejaksaan Negeri setempat yang menetapkan bahwa sebagian barang bukti yang disita sebagaian dipergunakan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium, sebagian dipergunakan untuk kepentingan pembuktian dipersidangan dan sebagian lagi untuk dimusnahkan. “Pungkasnya (Zayy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *